Dilansir dari Marca (03/08/2018), di saat bek tengah mendapatkan izin dari staf pelatih, tetapi perlakuan berbeda harus diterima oleh punggawa Madrid lainnya, seperti Isco Alarcon, Marco Asensio, Lucas Vazquez dan Nacho Fernandez yang wajib kembali dari liburan mereka pada 25 dan 26 Juli, sementara Ramos tidak kembali bekerja bersama tim hingga 1 Agustus, -sehari setelah pertandingan melawan Manchester United.
Tangan Kanan
Yang terpenting sekarang adalah ia telah kembali dan akan fokus untuk memimpin rekan-rekannya jelang pertandingan sengit di Piala Super UEFA melawan Atletico Madrid pada 15 Agustus. Itu dapat dimaklumi, mengingat Sergio Ramos pemain terlama yang memperkuat Madrid dan tak ayal ia pun kini menjadi tangan kanan bagi pelatih baru Julen Lopetegui.
Tiga belas tahun telah berlalu sejak kubu Santiago Barnebeu bertaruh dalam menandatangani bek kanan itu dari Sevilla, dan kemudian memolesnya menjadi salah satu figur penting di klub. Selama beberapa tahun pertama Florentino Perez sebagai presiden, ia membeli Ramos muda (19 tahun) hanya seharga 27 juta euro atau setara Rp 453M, dan keputusan itu sangat bermanfaat.
Selama bertahun-tahun, Ramos telah berevolusi dari seorang bek kanan hijau menjadi benteng pertahanan sentral untuk memimpin Galacticos di dalam maupun luar lapangan. Ia akhirnya dipercaya mengenakan ban kapten melingkar dilengan, dan sejak itu ia mengomandoi skuad Los Blancos untuk menaklukkan empat dari lima gelar Liga Champions terakhir.
Sergio Ramos adalah kapten klub sejak kepergian Iker Casillas ke FC Porto pada tahun 2015, dan kekuasaannya di skuad mengambil dimensi baru usai hijrahnya Cristiano Ronaldo ke Juventus di musim panas ini. Jika sebelumnya, ada dua pemain vocal di ruang ganti dengan kepribadian yang meluap-luap, namun khusus, sekarang hanya ada satu suara.
Hak Istimewa
Dengan kata lain, selain menjadi orang kepercayaan Lopetegui, sang kapten sekarang juga satu-satunya pemain yang memiliki hak istimewa untuk mengambil alih komando. Dilansir dari Don Balon (03/08/2018), Ramos langsung memperingatkan staf kepelatihan Los Blancos, sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Amerika Serikat.
Menurut pandangannya, Madrid membutuhkan lebih banyak amunisi di lini serang, namun untuk saat ini mereka harus bisa memanfaatkan skuad yang tersedia. Rumor Luka Modric, yang meminta pembaruan kontrak baru setelah sukses menyabet Golden Ball di Piala Dunia 2018 Rusia, mengingatkan cerita lama perseteruan antara Ronaldo vs presiden klub Florentino Perez.
Ramos meminta klub untuk bertindak lebih bijak dalam kasus Modric, dan meminta sang bos untuk memprioritaskan Marco Asensio sebagai penerus jangka panjang dari Cristiano, mengingat di bursa transfer kali ini, nampak tidak ada lagi pemain tersedia bagi Madrid untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh bomber Portugal.
Sumber


