Frustasi dan Rajin Mengeluh, Mourinho Cari Alasan Untuk Keluar dari MU

Frustasi dan Rajin Mengeluh, Mourinho Cari Alasan Untuk Keluar dari MU

Berulang kali mengeluh dan bahkan menyudutkan tim dan pemainnya sendiri membuat media Inggris memprediksi Mourinho sedang mencari jalan keluar untuk meninggalkan Manchester United.


Ditinggalkan 16 pemainnya yang liburan pasca piala dunia dan hanya bermaterikan para pemain muda dari akademi membuat Mou mengeluhkan kondisi ini.

Disamping itu, pemain-pemain yang ada dalam daftar buruannya tidak kunjung merapat ke United. Bahkan kini kepala pemandu bakat mereka yang direkomendasikan oleh Mourinho bernama Javier Ribalta asal Spanyol harus rela pindah ke Zenit St.Petersburg karena manajemen MU yang dipimpin Ed Woodwork tidak dapat merealisasikan permintaan Mourinho. Jelas saja Mou meradang.


? DEAL DONE: Manchester United's Chief Scout Javier Ribalta has joined Zenit St Petersburg as Sporting Director. (Source: @fczenit_en) pic.twitter.com/RWEMWp0Xkr

— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) July 31, 2018

Jika dia sudah bisa mendapatkan Ivan Perisic sejak sebelum Piala Dunia 2018 maka mungkin dirinya bisa mendapatkan Perisic dengan harga lebih murah. Meski usianya sudah 29 tahun, namun Perisic adalah sayap idaman Mou yang sejak musim lalu diminta. Lalu untuk membenahi lini belakang dia membutuhkan Harry Maguire dari Leicester, namun harganya kini sudah kelewat tinggi dan begitu juga dengan Willian yang belum ada kata sepakat.

Belum lagi masalah internal macam Anthony Martial yang tidak kembali pulang pasca diijinkan menemani istrinya melahirkan. Martial adalah salah satu pemain yang dianggap tidak menyukai metode yang diterapkan Mourinho dan nampaknya memilih dijual.

Namun jika menilik tren Mourinho melatih di klub terdahulunya, musim ketiga Mourinho di sebuah klub adalah periode terakhirnya. Dia adalah seorang pelatih yang tidak ingin berlama-lama berada dalam sebuah klub. Dirinya pun tidak peduli dengan pengembangan klub di masa depan yang terbukti dari beberapa pernyataannya yang mendiskreditkan para pemain mudanya.

"Pra musim di AS ini bukanlah tim saya. Bahkan 30% dari skuat utama pun tidak. Ketika anda diharapkan memberikan gelar, transfer pemain tak sesuai harapan. Kami butuh penandatangan baru dan mempertahankan pemain bintang jika ingin bertarung di Liga Premier" kecam Mourinho yang terlihat frustasi saat wawancara pasca pertandingan

Dia lebih berorientasi terhadap hasil yaitu sebagai pemenang. Contoh penyakit atau kutukan musim ketiganya bahkan tercatat di Chelsea dan Real Madrid. Di Chelsea periode pertama, di tahun ketiga dia bergesekan dengan pemilik klub Roman Abramovich yang ngotot mendatangkan Andriy Shevchenko. Di periode kedua menangani Chelsea, pada tahun ketiga dia adu mulut dengan dokter tim Eva Carneiro yang membuat Mou dipecat karena buruknya performa tim.

Cari gara-gara atau alasan ala Mou ini juga muncul saat di Madrid ketika konflik antara para pemain senior Madrid (Iker Casillas, Sergio Ramos, CR7) dengan dirinya membuat dirinya memutuskan keluar. Belum lagi aksinya mencolok asisten pelatih Barcelona ketika itu (alm) Tito Vilanova. Akal-akalan Mourinho ini terjadi ketika dia dihadapkan oleh suatu masalah atau konflik internal yang terjadi hingga membuatnya tidak betah.

Kini pasar taruhan Inggris bahkan menempatkan Mourinho menjadi pelatih pertama yang akan dipecat di kompetisi liga Inggris musim depan yang akan dimulai minggu depan. Dengan semakin terbatasnya waktu, Mou kini semakin terlihat tidak betah untuk bertahan lebih lama di Manchester United. Frustasi?

The morning papers make grim reading for Man United fans and José Mourinho, with some bookies making the United boss favourite to be the next PL manager to leave his job. (Source: Various) pic.twitter.com/98Q6J6zxbS

— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) July 31, 2018

Sumber


Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.