Sepanjang fase grup Piala AFF U-16 2018, Timnas U-16 sungguh istimewa. Setangguh apapun musuh-musuhnya, pasukan Fakhri Husaini itu selalu mengakhiri laga sebagai pemenang: Tak terkalahkan dan tanpa cela. Mereka pun mengakhiri babak pertama sebagai juara grup.
Namun, coba lihat rekam jejak Timnas U-16 sepanjang gelaran Piala AFF U-16 yang dimulai semenjak 2002 silam. Timnas U-16 tak pernah berhasil merengkuh trofi. Prestasi terbaik Timnas U-16 adalah tempat kedua pada 2013.
Saat itu, Timnas U-16 kalah dari Malaysia lewat babak adu penalti di partai final. Kekalahan itu sekaligus mengawetkan rekor buruk Timnas U-16 ketika berhadapan dengan Malaysia.
Ya, sejak 2002, kedua tim tercatat sudah lima kali berhadapan. Hasilnya, Timnas U-16 cuma sekali menang. Sisanya, dua kalah dan dua imbang.
Jika disusuri lebih dalam, Malaysia memang kerap menjadi momok bagi Timnas dalam turnamen multinasional di berbagai kelompok usia. Teraktual terjadi pada Piala AFF U-19 2018. Timnas U-19 menelan kekalahan dengan dramatis di babak semifinal.
Memang bisa dikatakan dramatis karena Timnas U-19 sempat unggul 1-0 lewat sepakan Egy Maulana Vikri via penalti di menit ke-2 sebelum Syaiful menyamakan kedudukan pada menit ke-14. Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal tamat. Pemenang dalam laga itu mesti ditentukan melalui babak 'tos-tosan'.
Dua eksekutor pertama Timnas U-19, M. Lutfhi dan Todd Rivaldo Ferre, dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Begitu pula algojo-algojo Malaysia. Akan tetapi, misi Timnas U-19 merengkuh gelar lenyap setelah eksekusi Witan Sulaiman, Firza Andika, dan Hanis Saghara berujung kegagalan. Malaysia menang dengan skor 3-2.
Skenario serupa pernah terjadi di babak final SEA Games 2011. Kala itu, aktor sejarahnya adalah skuat Timnas U-23. 'Merah Putih' dapat membuka keunggulan setelah tembakan Gunawan Dwi Cahyo di menit ke-5 tak bisa diantisipasi oleh kiper Malaysia.
'Harimau Malaya' dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Asraruddin menjadi protagonisnya. Sampai waktu normal plus babak tambahan selesai, baik Timnas U-23 dan Malaysia tak mampu mencetak gol. Laga diteruskan ke babak adu tendangan penalti.
Laga lawan Malaysia memang selalu menjadi laga yang sulit. Entah kenapa selalu saja ada yang hilang dari Timnas. Termasuk Timnas dalam laga itu. Gunawan dan Ferdinand Sinaga gagal dalam mengeksekusi penalti. Kegagalan itu berujung kekalahan bagi Timnas U-23 dengan skor 3-4. Malaysia juara.
Dua tahun berselang di ajang yang sama, Timnas U-23 mampu membalaskan dendam dengan situasi yang benar-benar serupa. Dikatakan serupa karena laga berakhir dengan skor 1-1 pada waktu normal.
Lalu, pemenangan ditentukan lewat babak adu tendangan penalti yang berkesudahan dengan skor identik 4-3. Yang menjadi pembeda adalah laga berlangsung di babak semifinal bukan final.
Di balik rentetan hasil minor, ada satu rekor baik tercantum curriculum vitae Timnas Senior saat berhadapan dengan Malaysia. Disitat 11vs11, kedua tim tercatat sudah bertemu 95 kali di beberapa ajang sejak 1957. Selama periode tersebut, Timnas mencatatkan 39 kali menang, 21 imbang, dan 35 kekalahan.
Jika dirangkum menjadi 10 laga terakhir, Timnas tetap terdepan. Dalam rentang waktu itu, Timnas meraih 5 kemenangan, 2 seri, dan 3 kali kalah.
Dari sederet catatan Timnas vs Malaysia di berbagai kelompok usia, ada satu hal yang menarik untuk disoroti. Hal itu berkaitan dengan adu tendangan penalti. Ya, Malaysia kerap menjadi mimpi buruk timnas di babak tersebut.
Di bawah asuhan Fakhri Husaini, Timnas U-16 memang istimewa. Sekuat apapun lawan-lawannya, Timnas U-16 tak terkalahkan sepanjang fase grup. Skuat 'Garuda Asia' mengakhiri babak penyisihan grup dengan sempurna. Sapu bersih!.
Secara permainan, Timnas U-16 sungguh memukau. David Maulana dan kolega dapat menekan sepanjang pertandingan, mengalirkan bola dengan baik, dan membangun pertahanan dengan kokoh dan rapat. Memang sempat ada cela yang berkaitan dengan lubang menganga, tetapi Fakhri sudah membenahi.
Lihat saja statistik Timnas U-16 dalam lima laga babak penyisihan grup: 21 gol dan 3 kebobolan. Yang jadi pertanyaan kini, mampukah skuat asuhan Fakhri itu melucuti rekor buruk Timnas U-16 dari Malaysia? Layak dinantikan.
Sumber


